Hari minggu kemaren diajakin jalan (melaut siy sebenarnya

) ke ujung pulau.
Numpang perahu bapak2 yg akan merambah bekas hutan yg habis terbakar. Peristiwa terbakarnya hutan ini ada berbagai versi.
Ada yg bilang sengaja dibakar, tapi ada juga yg bilang karna pengaruh panas dari batubara yg terkandung di tanah nya.. Entahlah mana yg benar..
Ditemani rintik hujan, dan laut yg tenang.
Sejauh mata memandang cuma laut yg tanpa gelombang serta pemandangan pulau di bagian kiri.
Mendekati ujung pulau, tampak hutan yg pohon2nya tumbuh jarang dan sisa2 kehitaman pada kayu2nya. Sayang..
Perahu gak bisa begitu rapat ke darat, karena arus sungai yg deras pada pertemuan pantai.
Selain itu, kalo lautnya surut ntar, perahu ini bakalan susah banget ndorongnya kembali. So, penumpang2nya satu persatu nyebur ke laut, termasuk gw!
(untung basahnya cuma celana bagian bawah aja

)
Hari masih mendung, tapi hujan dah berenti dari tadi.
Indah banget pemandangannya. Perpaduan warna yg gw suka..
Ketika bapak2, mulai merambah hutan, kita bertiga memutuskan untuk mancing ke tengah laut menggunakn perahu kecil yg juga dibawa oleh salah seorang bapak perambah.
Tapi, hari ini bukan hari keberuntungan kita!
Beberapa kali nyaris menarik ikan yg besar,
en beberapa kali juga ikannya lepas dengan umpan yg ikut lenyap bersama si ikan nakal! Hhhh…

Pulangnya kembali menumpang perahu besar.
Ternyata, laut tak setenang waktu berangkat pagi tadi.
Gelombang terus menerus mengguncang perahu.
Beberapa kali air laut menyiprat muka en pakaian gw… basah!

Malamnya..
Tewas dengan sukses setelah menelan sebutir obat vertigo!

Laut..
Sampai jumpa minggu depan!
